Ironi Dunia Pendidikan
Musim tahun
ajaran baru ini, terdengar ironi lagi di dunia pendidikan. Jika beberapa saat
lalu kita dibuat terenyuh dengan semangat anak-anak seperti yang terlihat di foto sebelah. Mereka harus
bertaruh
nyawa setiap kali berangkat dan pulang sekolah, dengan cara
bergelantungan pada seutas tali jembatan yang telah rusak. Tidak bisa
membayangkan andai tangan-tangan mungil itu lelah menggenggam tali yang
menyangga tubuhnya. Karena mereka berjalan tanpa seutas pun tali
pengaman. Sungai yang lebar serta dalam dibawahnya mengancam
keselamatan mereka.
Sedangkan kali ini, ironi di dunia pendidikan itu lain lagi. Seorang anak yang
memiliki ayah tunanetra di Kota Malang, Jawa Timur,
ditolak masuk sekolah dasar negeri. Hal ini terjadi dalam proses penerimaan
peserta didik baru (PPDB) di SDN Sawojajar 1, Kecamatan Kedungkandang, Kota
Malang.